Ketua Kwarcab Asahan Dorong Pencegahan Narkoba Dimulai dari Keluarga dan Sekolah
ASAHAN — Pencegahan penyalahgunaan narkoba sesungguhnya dimulai dari tempat paling dekat dengan anak: rumah dan sekolah.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Asahan, Agus Ramanda, menekankan pentingnya dua lingkungan tersebut sebagai benteng awal dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkotika.
Pernyataan itu disampaikan setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Asahan memperkuat kerja sama dengan Kwarcab Asahan melalui kegiatan di SMAN 2 Kisaran, Selasa (6/10/2026).
Agus mengapresiasi langkah BNNK Asahan yang melibatkan unsur Pramuka dan pelajar dalam program pencegahan.
“Siap, mari kita dukung. Gerakan paling kuat memang dimulai dari anak bersih narkoba,” ujarnya.
Menurut Agus, pendekatan pencegahan tidak cukup dengan memberikan larangan. Anak harus dibekali pemahaman agar mampu membuat keputusan ketika berhadapan dengan tekanan lingkungan.
“Bukan karena anak yang disalahkan, tapi karena pencegahan paling efektif itu di keluarga dan sekolah, jauh sebelum narkoba kenal mereka,” katanya.
Ia mendorong orang tua membangun komunikasi terbuka dengan anak.
“Di rumah harus bicara jujur, bukan menakuti. Anak yang paham risiko narkotika dari data, bukan dari ancaman, lebih tahan tekanan teman,” ujarnya.
Di sekolah, Agus mendorong program edukasi sebaya atau peer educator dengan melibatkan guru bimbingan konseling.
Ia menilai pendekatan melalui teman sebaya dapat membuat pesan pencegahan lebih mudah diterima.
“Anak lebih dengerin teman sebaya yang keren karena prestasi dan olahraga, bukan karena coba-coba,” katanya.
Selain itu, kegiatan positif juga dinilai penting untuk membangun lingkungan pergaulan yang sehat.
Futsal, seni, Pramuka dan kegiatan kerelawanan dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk menyalurkan energi, kreativitas dan keinginan untuk diterima dalam kelompok.
Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Asahan Andrea Retha mengatakan pelibatan Pramuka dan pelajar merupakan bagian dari pemberdayaan peran serta masyarakat dalam pencegahan bahaya narkoba.
“Kami berharap melalui kegiatan ini para remaja dari unsur kepramukaan dan pelajar menjadi ‘jawara anti narkoba’ dengan melakukan pencegahan melalui sosialisasi serta penyuluhan di kalangan generasi muda, yaitu siswa SMP dan SMA,” ujar Andrea.
Ia menilai pendidikan pencegahan penting karena persoalan narkoba tidak hanya menyangkut orang dewasa, tetapi juga pelajar.
Di sisi lain, Agus mengingatkan orang tua dan lingkungan sekolah agar tidak terburu-buru memberikan stigma ketika melihat perubahan perilaku seorang anak.
“Kenali tanda perubahan drastis, prestasi anjlok, menarik diri, pola tidur berantakan, minta uang terus. Jangan langsung menghakimi, ajak ngobrol dulu,” tegasnya.
Pendekatan tersebut mengandung pesan sederhana namun mendasar: seorang anak yang sedang bermasalah membutuhkan jembatan komunikasi, bukan tembok penghakiman.
Agus diketahui baru mengantarkan Bupati Asahan menerima Lencana Melati dalam kegiatan Jambore Nasional di Cibubur.
Dengan demikian, perang melawan narkoba bukan semata-mata tentang seberapa banyak pelaku ditangkap, tetapi juga tentang seberapa banyak anak yang berhasil dicegah agar tidak pernah menjadi korban.(Mr.wong)

Posting Komentar